Rabu, 19 Januari 2011

Sleman Tingkatkan Pemahaman Monumen

SLEMAN, KOMPAS.com--Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat saat ini terdapat 35 monumen dan tetenger yang tersebar di berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman.

"Monumen dan tetenger tersebut memiliki nilai, arti dan fungsi yang strategis bagi upaya membangun karakter masyarakat," kata Kepala Bidang Peninggalan Budaya dan Nilai Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman Aji Wulantoro, Rabu.

Menurut dia, pihaknya baru saja menyelesaikan pendataan terkait dengan keberadaan monumen dan tetenger yang berada di wilayah Kabupaten Sleman.

"Hasilnya ternyata cukup banyak, ada 35 monumen dan tetenger,meliputi monumen perjuangan, rumah joglo, patung perjuangan, rumah limasan, rumah hunian, dan batu prasasti," katanya.

Ia mengatakan, ke 35 monumen dan tetenger tersebut adalah Monumen Kembangarum, Monumen Pulerejo, Monumen Simon Slamet, Markas Laskar Rakyat Nangsri Lor, Monumen Tunggularum (Kecamatan Turi), Monumen Rejodani, Monumen Kesehatan, Monumen Jogja Kembali (Kecamatan Ngaglik).

"Selain itu Monumen Argomulyo (Kecamatan Cangkringan), Monumen Palbapang (Kecamatan Tempel), Monumen Kurahan, Monumen Klaci (Kecamatan Seyegan), Monumen Plataran, Markas Tentara Pelajar (Kecamatan Kalasan) dan Monumen Geneng, Monumen Kepanjen, Markas Tentara Pelajar Senuko (Kecamatan Godean)," katanya.

Selanjutnya, Monumen Bambu Runcing, Markas Tentara Plempoh, Monumen Watu Langkah (Kecamatan Gamping), Monumen Jambon (Kecamatan Ngemplak), Monumen Perjuangan Mlati (Kecamatan Mlati), Monumen Perjuangan Prambanan, Monumen Watu Bale, Monumen Tani, Monumen Pertempuran Serut (Kecamatan Prambanan), Monumen Sanggrahan (Kecamatan Berbah) Monumen Kwayuhan, Monumen Pojok, Bekas Tempat Pembuatan Senjata (Kecamatan Minggir), Monumen Sambilegi, Monumen Pancasila Sakti (Kecamatan Depok), Monumen Cepet (Kecamatan Pakem), Monumen Tetenger Brayut (Kecamatan Sleman).

"Terkait dengan monumen dan tetenger tersebut perlu diinformasikan secara luas kepada masyarakat umum khususnya masyarakat Kabupaten Sleman terlebih lagi bagi masyarakat disekitar monumen dan tetenger berada," katanya.

Ia mengatakan, dengan harapan nantinya masyarakat akan mengetahui, memahami dan untuk selanjutnya mengimplementasikan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam monumen dan tetenger tersebut.

"Ke depan upaya sosialisasi akan dilakukan secara berkesinambungan agar nilai, arti dan fungsi monumen dan tetenger tersebut benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa," katanya.

Nilai, arti dan fungsi monumen dan tetenger diharapkan dapat meningkatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme masyarakat.

"Di samping itu juga diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan kebulatan tekad serta dapat meningkatkan rasa hormat terhadap para pahlawan yang telah mendahului. Jiwa kepahlawanan perlu tetap dijaga dan dipertahankan oleh seluruh lapisan masyarakat dengan meneladani nilai-nilai kejuangan para pahlawan," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar